Jejak Tangan di Dinding Gua
Jejak awal kebutuhan manusia untuk mencatat keberadaan
Mengubah ingatan menjadi informasi yang dapat dilihat dan diwariskan
Empat puluh ribu tahun lalu manusia meninggalkan jejak tangan
Sebelum tulisan dan profesi, manusia sudah meninggalkan jejak tangan di dinding gua.
Jejak itu berkata saya pernah berada di sini
Jejak itu menyatakan bahwa seseorang pernah hadir dan ingin diingat.
Jejak adalah pendahulu semua bentuk catatan
Gambar dan jejak belum menjadi profil modern, tetapi menyimpan informasi bagi orang lain.
Dari batu dan tanah liat hingga data digital
Bahan berubah dari batu ke tanah liat, papirus, kertas, lalu data digital.
Manusia mengubah ingatan menjadi sesuatu yang dapat diwariskan
Manusia terus mengubah ingatan menjadi sesuatu yang dapat diteruskan.
Kebutuhan menyimpan nilai lebih tua dari CV dan Internet
Kebutuhan menjaga nilai bukan ciptaan Internet, melainkan naluri lama manusia.
Manusia selalu ingin meninggalkan jejak
Semua sistem identitas dimulai dari bukti bahwa seseorang pernah ada dan berkarya.
Informasi tersimpan menjadi dasar kepercayaan
Informasi yang tersimpan dapat dilihat kembali, diverifikasi, dan dipercaya.
Berikutnya jejak berubah menjadi catatan
Bab berikutnya menunjukkan bagaimana jejak berkembang menjadi catatan terstruktur.