Ketika Pekerjaan Mengubah Manusia Menjadi Ranking
Hal yang mudah diukur mudah berubah menjadi hal yang dipakai untuk mendefinisikan.
Berbeda, bukan lebih baik — Tentang perbandingan, nilai, perbedaan, dan menemukan tempat yang benar-benar cocok
Pekerjaan membutuhkan kriteria untuk mengambil keputusan
Organisasi harus merekrut, menilai performance, membayar, dan memilih orang untuk peran tertentu.
Score, seniority, rating dan salary band ada karena sistem perlu mengurangi kompleksitas agar dapat berjalan.
Menyederhanakan keputusan bukan berarti menyederhanakan manusia.
Yang mudah diukur sering menang atas yang sulit dilihat
Years of experience, revenue, rating dan title mudah dimasukkan ke sistem. Judgment, trust, taste dan kemampuan menghadapi ambiguity jauh lebih sulit.
Saat sistem membutuhkan kecepatan, yang mudah diukur akan lebih terlihat.
Yang paling penting tidak selalu paling mudah diukur.
Ketika metric menjadi identity
Rating, performance score dan salary pada awalnya hanya menggambarkan konteks tertentu.
Namun jika diulang terus, kita dapat mulai merasa bahwa kita adalah angka tersebut.
Angka dapat menggambarkan keadaan. Ia tidak seharusnya mendefinisikan seluruh manusia.
Ranking terasa objektif meski context belum lengkap
Ranking terlihat jelas karena memberi urutan.
Padahal setiap ranking bergantung pada kriteria, bobot dan context yang dihapus.
Ranking tidak menghilangkan ambiguity. Ia menyembunyikannya di balik angka.
Manusia mulai hidup di dalam score
Kita mulai memilih project, title atau perilaku yang lebih mudah menghasilkan pengakuan.
Akhirnya kita tidak hanya bekerja; kita bekerja untuk representation kita di sistem.
Sistem penilaian dapat mengubah perilaku sebelum mengubah hasil.
Score membantu memilih cepat, bukan memahami dalam
Score berguna untuk screening.
Namun jika menggantikan understanding, kita kehilangan context yang justru dibutuhkan untuk keputusan yang lebih baik.
Score dapat menunjukkan siapa yang perlu dilihat. Context menjelaskan mengapa ia mungkin cocok.
Pasar yang lebih baik membutuhkan pengukuran yang lebih rendah hati
Rating, salary dan title tidak harus dihapus.
Cukup tempatkan sebagai signal, bukan kebenaran akhir.
Metric terbaik tahu bahwa dirinya bukan seluruh kebenaran.
Untuk diriku ketika sebuah angka mulai berbicara atas namaku
Jika aku mulai percaya bahwa aku hanyalah score, title, salary atau rank, aku ingin mengingat bahwa semua itu dibuat untuk tujuan tertentu.
Aku ingin mengetahui apa yang kuciptakan, dalam context apa dan untuk siapa, sebelum membiarkan angka menjawab atas namaku.
Jangan biarkan alat untuk ranking menjadi satu-satunya bahasa untuk memahami manusia.