Lihat Apa yang Orang Lakukan, Bukan Hanya Apa yang Mereka Katakan
Orang sering menggambarkan solution dengan vocabulary yang sudah mereka kenal. Behavior mengungkap problem di baliknya.
Start With the Human — Jangan mulai dari produk. Mulailah dari manusia.
User sering meminta solution, bukan menjelaskan problem
Saat seseorang berkata “Saya butuh feature X”, ia biasanya menggambarkan solution yang bisa dibayangkan dari product yang sudah dikenal.
Request belum tentu sama dengan need.
Request is an expression. Need is the underlying condition.
Vocabulary user dibatasi product yang sudah mereka kenal
Manusia jarang membayangkan future yang benar-benar baru; mereka merangkai pola lama.
Karena itu research perlu bertanya mengapa, bukan hanya apa.
People imagine solutions using the vocabulary of their past.
Behavior sering lebih jujur daripada preference
Orang bisa berkata satu hal tetapi behavior menunjukkan friction lain.
Behavior memperlihatkan di mana system gagal mendukung reality.
Behavior reveals where the current system fails to support reality.
Workaround adalah evidence yang sangat berharga
Spreadsheet tambahan, template sendiri, screenshot, note pribadi atau tool lain adalah clue.
Workaround adalah jejak unmet need.
Every workaround is a clue.
Repetition menunjukkan problem mana yang penting
Satu inconvenience bisa edge case, tetapi behavior yang berulang menjadi pattern.
Repetition membedakan noise dari friction nyata.
Repeated behavior turns anecdote into product evidence.
Terjemahkan “Saya ingin feature X” menjadi “Saya sedang mencoba melakukan apa?”
Request adalah input, bukan decision.
Terjemahkan kembali ke intention, context, friction dan outcome.
Translate requests back into human intent.
Research yang baik tidak meminta user mendesain product
User adalah expert pada problem dan experience mereka.
Team product bertanggung jawab pada synthesis dan design decision.
Users should not have to become product designers to be understood.
Untuk diriku saat mulai mengubah semua request menjadi roadmap
Setiap feature request belum tentu roadmap item.
Cari behavior, workaround, friction dan outcome di baliknya.
Listen carefully. Observe more deeply. Build only after understanding.